Daftar PustakaTutorialAPA

Daftar Pustaka APA/MLA Generator: Cara Pakai Tanpa Bug

9 Mei 2026
5 menit baca
ince samsul
Daftar Pustaka APA/MLA Generator: Cara Pakai Tanpa Bug

Daftar pustaka adalah satu bagian skripsi yang paling kecil tapi paling sering bikin revisi muter-muter. Satu titik yang salah, satu spasi yang kelewat, italic yang harusnya di nama jurnal tapi ke nama penulis — semua itu cukup buat dospem nyuruh lo benerin lagi.

Skripsita punya generator daftar pustaka yang nge-auto-format input lo ke APA, MLA, atau Chicago. Tapi sebelum lo pake, penting paham 3 bug paling umum dari daftar pustaka manual — biar lo tau kenapa generator tools (termasuk yang generic kayak ChatGPT) sering masih salah, dan apa yang Skripsita beda.


Bug 1: Format yang Mirip-Mirip tapi Salah

APA 7 dan APA 6 itu beda. MLA 8 dan MLA 9 itu beda. Banyak generator (yang gratis, atau yang "AI-based") masih pake style lama dan lo gak nyadar sampe dospem komentar.

Contoh APA 6 vs APA 7 untuk satu jurnal:

APA 6: Smith, J. (2019). The new methodology. Journal of Studies, 12(3), 45-67. doi:10.1234/jos.2019.123

APA 7: Smith, J. (2019). The new methodology. Journal of Studies, 12(3), 45–67. https://doi.org/10.1234/jos.2019.123

Bedanya: tanda dash (- vs ), doi: jadi link https://doi.org/, dan beberapa rule lain. Kelihatan kecil — tapi kalau panduan kampus lo APA 7 dan 50 entry lo pake APA 6, dospem bakal nge-spot-nya.

Skripsita default ke APA 7 (terbaru) dan ngebenerin titik koma lokasi otomatis.


Bug 2: Citation di Body Gak Nyambung sama Daftar Pustaka

Klasik: lo kutip "(Smith, 2020)" di Bab 2, tapi di daftar pustaka entry-nya nulis "Smith, 2019". Atau citation lo nulis "Tanaka et al." padahal cuma 2 penulis (yang harusnya tetep "Tanaka & Lee").

Tools generic kayak Word's built-in citation manager bisa generate, tapi gak ngecek konsistensi antara body sama list. Mendeley/Zotero ngecek, tapi cuma kalau lo disiplin upload setiap kutipan ke library mereka.

Skripsita ngambil approach beda: lo paste citation di body, dia auto-link ke library. Pas lo generate daftar pustaka, dia cross-check — kalau ada yang dikutip tapi gak ada di list (atau sebaliknya), kasih warning.


Bug 3: Edge Cases yang Gak Ada di Tutorial

Jurnal biasa gampang. Yang ribet:

  • Buku tanpa penulis (yang ada cuma editor)
  • Wawancara pribadi (gak ada di kebanyakan format APA standar)
  • Sumber online tanpa tanggal ((n.d.) rules)
  • Skripsi/tesis orang lain sebagai referensi
  • Dataset, software, atau dokumen pemerintah (PDF dari KemenKes, dll)
  • Sumber bahasa Indonesia dengan ejaan EYD yang mau di-italicize tapi banyak generator nge-translate auto ke English

Skripsita support semua kategori di atas plus 8 lainnya yang sering muncul di skripsi Indonesia, termasuk preset buat sumber pemerintah RI dan sumber bahasa Indonesia.


Cara Pakainya: 3 Mode Input

Skripsita generator nerima input dengan 3 cara:

  1. Manual entry. Form dengan field-field yang relevan per jenis sumber. Validasi inline (kalau lo lupa fill DOI buat jurnal, dia ingetin).
  2. Auto-fetch dari DOI atau URL. Lo paste DOI atau link Google Scholar, Skripsita ngambil metadata-nya otomatis dan format-in.
  3. Bulk import. Punya .bib file dari Mendeley/Zotero? Upload langsung. Daftar pustaka jadi dalam hitungan detik.

Setelah generate, output-nya bisa lo embed langsung ke dokumen Skripsita lo, atau export jadi text plain buat di-paste ke Word.


Pro Tip: Kombinasi sama Mendeley

Kalau lo udah punya library Mendeley yang lengkap, gak harus pindahin semua ke Skripsita. Workflow yang gw lihat efektif:

  • Cite-as-you-write tetep di Mendeley (plugin Word-nya enak)
  • Sebelum submit, export .bib dari Mendeley ke Skripsita
  • Skripsita validasi format-nya, ngebenerin yang Mendeley masih salah (especially edge cases di atas), terus sync balik ke daftar pustaka final

Hybrid workflow. Mendeley buat collecting, Skripsita buat finalizing.


Sebelum Submit, Cek 4 Hal Ini

Apapun tools yang lo pake (Skripsita atau bukan), sebelum kirim ke dospem, manual-cek 4 hal:

  • Author surnames spelling. Generator kadang masih salah baca metadata.
  • Titik di akhir setiap entry. Konsisten ada apa konsisten gak ada — pilih satu.
  • Italic cuma di nama jurnal/buku, bukan di judul artikel.
  • Urutan alphabetical bener. Generator handle ini tapi kalau lo edit manual setelahnya gampang nge-bug.

Daftar pustaka harusnya kerjaan 10 menit, bukan 2 jam. Kalau lo masih ngabisin malem buat ngerapihin titik dan koma, generator daftar pustaka Skripsita di sini — preset Indonesia included.

Siap menulis skripsi dengan lebih mudah?

Gunakan Skripsita AI untuk membantu kamu menulis skripsi dari awal sampai selesai. Gratis untuk memulai!