Bahasa IndonesiaKBBISpell-CheckTutorial

Spell-Check Skripsi Bahasa Indonesia: KBBI vs Generic Checker

9 Mei 2026
5 menit baca
ince samsul
Spell-Check Skripsi Bahasa Indonesia: KBBI vs Generic Checker

Spell-check di Word atau Grammarly udah jago kalau bahasanya English. Tapi pas lo nulis skripsi bahasa Indonesia, hampir semua tool generic itu ngebobol — lebih ngerusak daripada bantu.

Beberapa kasus paling umum: kata baku Indonesia di-flag sebagai "salah" karena dianggap typo English. Imbuhan "di-" sebagai prefix vs preposition gak ke-detect. Term akademik standar (yang gak ada di KBBI tapi sah dipake di skripsi) ke-suggest jadi kata lain yang weird.

Berikut breakdown kenapa generic spell-checker gagal di skripsi Indonesia, dan pendekatan yang lebih masuk akal.


Bug 1: Kata Baku Indonesia Dianggap Typo

Generic Word spell-checker default-nya English. Pas lo nulis "metodologi", "kuantitatif", "implikasi" — kata-kata standar bahasa Indonesia ini di-underline merah karena bukan kata English.

Solusinya yang paling sering lo lakuin: klik kanan > Add to Dictionary. Tapi lo mesti add ratusan kata satu-satu. Plus kalau lo pakai laptop lain pas revisi, dictionary itu gak ke-bawa.

Yang lebih bener: ubah language setting Word ke "Indonesian" — Tab Review > Language > Set Proofing Language > pilih "Indonesian". Tapi banyak orang skip step ini dan ngeset di Page Setup yang beda effect.


Bug 2: "Di-" Sebagai Prefix vs Preposition

Aturan KBBI:

  • "Di-" sebagai prefix (kata kerja pasif) ditulis nyambung: dipakai, ditulis, dianalisis
  • "Di" sebagai preposition (kata depan tempat) ditulis terpisah: di Jakarta, di kampus, di mana

Generic spell-checker gak paham bedanya. Lo bisa nulis "di pakai" (salah, harusnya nyambung) atau "dijalan" (salah, harusnya terpisah) dan tools-nya gak komplain.

KBBI-aware checker yang proper-nya:

  • Ngeflag "di pakai" karena "pakai" itu kata kerja, jadi "di-" harus prefix → suggest "dipakai"
  • Ngeflag "dijalan" karena "jalan" sebagai kata benda lebih sering preposition → suggest "di jalan"

Bukan rule yang mudah ditangkap generic AI — butuh part-of-speech awareness untuk kata Indonesia.


Bug 3: Proper Noun Ngebobol Suggestion

Nama dosen, nama kampus, nama variabel penelitian — semua proper noun yang gak ada di dictionary. Generic spell-checker ngeflag ini sebagai typo dan suggest replacement yang weird.

Contoh: lo tulis "Dr. Surahman" di acknowledgment. Generic Word suggest "Surahmania" atau "Surama". Kalau lo gak hati-hati pas "Replace All", nama dosen lo bisa ke-corrupt di seluruh dokumen.

Fix: disable autocorrect untuk Replace All, dan add nama-nama spesifik ke custom dictionary di awal. Atau pake tools yang skip proper noun by default.


Bug 4: Term Akademik yang Gak Ada di KBBI

Banyak term akademik Indonesia yang gak ada di KBBI tapi sah dipake di skripsi:

  • Term metodologi: "purposive sampling", "snowball sampling", "indepth interview"
  • Term statistik: "uji asumsi klasik", "multicollinearity", "homoskedastisitas"
  • Term per-bidang: nama-nama variabel khusus (e.g. "knowledge sharing behavior")

KBBI checker ngeflag semua ini sebagai typo. Kalau lo accept suggestion, term akademik bisa di-mistranslate jadi kata lain yang gak valid.

Fix: kalau pake KBBI checker, build whitelist dari term-term spesifik di field skripsi lo sebelum mulai checking.


Skripsita Approach: KBBI + Term Akademik

Skripsita built-in checker:

  • Bahasa Indonesia first — KBBI sebagai dictionary utama, English sebagai secondary (untuk paper sitasi atau kutipan English)
  • POS-aware "di-" detection — kasih warning kalau "di + kata kerja" terpisah, atau "di + kata benda tempat" nyambung
  • Term akademik dictionary — pre-loaded dengan ~5000 term akademik Indonesia yang umum (dari corpus jurnal SINTA + skripsi terindeks)
  • Custom dictionary per project — lo add nama dosen, nama kampus, variabel penelitian sekali, dia inget untuk seluruh skripsi
  • No auto-replace — checker cuma suggest, lo yang putuskan. No "Replace All" trap.

Workflow Tip: Spell-Check Pre-Submit

Apapun tools lo (Word + Indonesian language pack, Skripsita, atau plain manual), do this 1 hari sebelum submit:

  1. Read aloud paragraf-paragraf kunci (abstrak, simpulan, saran). Mata sering miss typo yang telinga catch.
  2. Cek konsistensi term — kalau di Bab 1 lo tulis "produktivitas", jangan di Bab 4 jadi "produktivias" (typo) atau "kinerja" (variabel berubah). Pake Find (Ctrl+F) untuk audit.
  3. Cek nama orang — semua nama dospem, penguji, dan kutipan harus spelled bener. Klik di setiap nama, manual verify.
  4. Cek bilangan — angka di body harus match angka di tabel/gambar. Search "100", "50", dll dan cross-check.

Spell-checker apapun gak bakal catch ke-4 hal ini. Itu kerjaan lo.

Tapi typo umum + KBBI rule + proper noun preservation harusnya gak jadi concern lo. Kalau Word default spell-checker masih bikin lo capek, coba checker bahasa Indonesia di Skripsita — KBBI + term akademik built-in.

Siap menulis skripsi dengan lebih mudah?

Gunakan Skripsita AI untuk membantu kamu menulis skripsi dari awal sampai selesai. Gratis untuk memulai!